| | | |
| Written by Ant/Agi/Papos |
| Thursday, 25 November 2010 00:00 |
| Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Puluhan peserta temu BEM nusantara enggan memasuki gedung auditorium tempat pertemuan dengan alasan tidak jelas jadwal yang diberikan panitia. Sebagian peserta lainnya mengeluhkan tempat tinggal yang terkesan beda "kelas". "Kami hanya ditempatkan di badan diklat, sementara peserta lainnya tinggal di hotel. Kita semua adalah sama mahasiswa, kenapa harus dibedakan dalam penempatan penginapannya," kata seorang mahasiswa asal Biak Numfor. Pertengkaran antara panitia dan peserta itu sempat membuat suasana memanas, saat ketua panitia pertemuan BEM nusantara, Thomas Waridjo yang sedang berdialog dengan peserta yang protes, tiba-tiba beberapa orang mahasiswa yang juga termasuk dalam kepanitiaan, di antaranya Benyamin Gurik, keluar dan langsung bersuara keras kepada peserta yang protes. "Siapa yang protes. Kami panitia sudah bekerja keras. Kalian tinggal protes terus," tegas Benyamin Gurik. Akibat pertengkaran ini, saat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Erfy Trianussu datang dan memberikan materi di pertemuan BEM nusantara itu, para peserta yang melakukan protes, tetap tidak memasuki ruangan dan hanya duduk berkumpul di depan Auditorium Uncen. Sebelumnya, pertemuan BEM nusantara yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari itu, dibuka secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (22/11). Presiden SBY saat membuka kegiatan itu sempat membicarakan tentang Pendidikan yang harus berlaku untuk semua, strategi bidang pendidikan sebagai pusat keilmuan , serta sasaran yang yang harus dicapai. "Jadikan pertemuan BEM nusantara ini sebagai `sharing` untuk saling berbagi dan lainnya. Saudara-saudaralah yang nanti akan memimpin bangsa, maka sangat bagus kalau sering bertemu, karena kita semua bangsa Indonesia yang punya kesempatan yang sama jadi pemimpin," kata Presiden. Pertemuan BEM nusantara ini diikuti sekitar 600 mahasiswa dari 300 Perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. [ant/agi] |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar